KAJIAN LITERATUR: PRINSIP EKONOMI ISLAM – KESEIMBANGAN ANTARA SPIRITUALITAS DAN KESEJAHTERAAN MATERI
Keywords:
ekonomi islam, spiritualitas, kesjahteraan materiAbstract
Prinsip ekonomi Islam mengusung konsep unik yang menekankan keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan materi dalam kehidupan manusia. Artikel ini menjelaskan prinsip-prinsip utama ekonomi Islam yang menjadi panduan bagi individu dan masyarakat Muslim dalam mencapai keadilan sosial, distribusi kekayaan yang adil, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Prinsip pertama dalam ekonomi Islam adalah konsep kepemilikan yang bersumber dari ajaran agama. Islam menekankan kepemilikan yang sah dan etis, menghindari riba (bunga), spekulasi berlebihan, dan praktik-praktik yang merugikan individu atau masyarakat. Kepemilikan dianggap sebagai amanah dari Allah, dan individu diberi tanggung jawab untuk mengelola kekayaan mereka dengan bijaksana. Selanjutnya, keseimbangan spiritualitas dan kesejahteraan materi tercermin dalam zakat dan sedekah. Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari harta kepada yang membutuhkan, sementara sedekah adalah tindakan sukarela memberikan bantuan kepada sesama. Dua konsep ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pemerintah dalam ekonomi Islam memiliki peran penting dalam memastikan keadilan ekonomi. Mereka harus menerapkan prinsip-prinsip distribusi kekayaan yang adil, menghindari monopoli, dan melindungi hak-hak individu. Konsep "hisbah" atau pengawasan moral juga mendorong tanggung jawab sosial dalam bisnis dan perdagangan. Selain itu, prinsip ekonomi Islam mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan. Masyarakat harus menghindari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan merusak lingkungan. Keberlanjutan adalah bagian integral dari kesejahteraan materi jangka panjang. Dalam konteks global, ekonomi Islam menekankan kerjasama internasional yang adil dan saling menguntungkan, serta mengecam ketidakadilan dalam perdagangan internasional. Prinsip-prinsip ini merujuk pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian, keadilan, dan kebaikan bersama. Artikel ini menguraikan bahwa prinsip ekonomi Islam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan praktik ekonomi sehari-hari. Dalam mencapai keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan materi, ekonomi Islam memberikan pandangan yang unik dan berpotensi untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.
References
Aqil Barqi yahya. (2020). ETIKA BISNIS (PERILAKU) BISNIS RAULULLAH MUHAMAD SAW SEBAGAI PEDOMAN BERWIRAUSAHA. MASHARIF AL-SYARIAH: Ekonomi & Perbankan Syariah, 5(1), 91–100.
Dewi Maharani, T. H. (2020). Rasionalitas Muslim : Perilaku Konsumsi dalam Prespektif Ekonomi Islam. JURNAL ILMIAH EKONOMI ISLAM (JIEI), 6(03), 409–412. https://doi.org/10.29040/ jiei.v6i3.1374
Diana Sari, K. R. (2020). KEDUDUKAN EPISTEMOLOGI DALAM FILSAFAT BARAT. JAQFI: Jurnal, Aqidah dan Filsafat islam, 5(1), 35–52. https://doi.org/10.15575/jaqfi.v5i1.5685
Hidayat, R. (2016). Rasionalitas : Overview terhadap Pemikiran dalam 50 Tahun Terakhir. Buletin Psikologi, 24(2), 101–122. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.26772
Hijriah, H. Y. (2016). Spiritualitas Islam dalam Kewirausahaan. TSAQAFAH: Jurnal Peradaban Islam, 12(4), 187–208. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v12i1.374
Huda, C. (2016). EKONOMI ISLAM DAN KAPITALISME ( Merunut Benih Kapitalisme dalam Ekonomi Islam). ECONOMICA: Ekonomi Islam, VII(1), 27–49. https://doi.org/10.21580/ economica.2016.7.1.1031









