Terciptanya Alam Semesta dalam Pandangan Islam
Keywords:
ilmu, alam semesta, al quranAbstract
Artikel ini dibuat untuk mengetahui hubungan islam dan ilmu pengetahuan khususnya konsep alam semesta. Artikel ini akan membahas pandangan Islam tentang terciptanya alam semesta dengan fokus pada konsep penciptaan, tujuan penciptaan, dan hubungan antara manusia dan alam semesta dalam Islam.Pandangan Islam tentang terciptanya alam semesta didasarkan pada Al-Quran, yang dianggap sebagai wahyu ilahi. Ayat-ayat dalam Al-Quran secara jelas menyatakan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Konsep penciptaan ini menekankan ketidakadiran kebetulan dalam keberadaan alam semesta dan menegaskan bahwa segala sesuatu, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, ada karena kehendak Allah.Tujuan penciptaan alam semesta dalam Islam adalah untuk menguji manusia, memberikan petunjuk, dan memberikan pelajaran moral. Manusia dianggap sebagai khalifah (pengganti) di bumi yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengelolaan alam semesta sesuai dengan kehendak Allah. Konsep ini menggarisbawahi pentingnya etika dan moralitas dalam hubungan manusia dengan alam semesta.Hubungan antara manusia dan alam semesta dalam Islam dipandang sebagai hubungan yang erat dan saling terkait. Manusia dianggap sebagai bagian dari alam semesta ini, bukan pemilik mutlaknya. Oleh karena itu, konsep-konsep seperti pemeliharaan lingkungan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial dianggap sangat penting dalam Islam.Dalam kesimpulan, pandangan Islam tentang terciptanya alam semesta menyoroti kepercayaan dalam pencipta Allah, tujuan moral dalam penciptaan, dan hubungan etis antara manusia dan alam semesta. Konsep ini mempengaruhi cara umat Islam memandang lingkungan dan tanggung jawab mereka sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan menghormati ciptaan Allah
References
Afzalur Rahman. (1992). Al-Qur'an Sumber Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT. Rineka Cipta Maskufa, Il
Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah Dasar, Cet. 19, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 118muFalak, Cet. I, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), hlm. 31
Alim, Sahirul et. Al., Islam Untuk Disiplin Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Jakarta: Departemen Agama RI, 1995.
Al-Farabi, Al- Da’awi al Qalbiyah (Haidrabat: Dar al- Ma’arif Utsmaniyah, 1349 H.
Al Rasyidin, Falsafah Pendidikan Islami: Membangun Kerangka Ontologi, epistemologi, dan Aksiologi Praktik Pendidikan Islami Medan: Citapustaka Media Perintis, 2017.
Al-Syaibany Mohd. Al-Thoumy, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta: Bulan Bintang,1979.
Asy-Syarqawi Effat, Filsafat Kebudayaan Islam, Bandung: Pustaka, 1985.
Azhar Basyir,Ahmad, Refleksi Atas Persoalan Keislaman, Bandung: Mizan, 1994.
Naik,Zakir,Miller Garry, Keajaiban Al- Qur’an dalam Tela’ah Sains Modren, Yogyakarta: Media Ilmu, 2008.
Sihab, M. Quraish, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al- Qur’an Jakarta: Lentera hati, 2004.

