MILENIAL DAN PERKEMBANGAN TOLERANSI BERAGAMA
Keywords:
Sudut Pandang, Mahasiswa Sosiologi, Toleransi BeragamaAbstract
Sebagai mahasiswa baru apalagi kita sebagai bagian dari program studi pendidikan sosiologi haruslah saling hormat menghormati antara umat beragama lain nya, dan saling bertoleransi, karena sosiologi mengajarkan kita tentang hidup dan berkembang didalam masyarakat itu. Toleransi adalah sikap yang saling menerima adanya umat dan agama yang beragam tidak peduli agama apapun yang di anut kita sebagai mahasiswa harus saling menghargai satu sama lain. Toleransi antar umat bergama sangat penting untuk dimiliki setiap orang saat ini. Tujuan dari toleransi umat beragama yaitu untuk membuat situasi dan suasana harmonis serta menciptakan kerjasama antara umat beragama. Dalam beragama seseorang tidak boleh mengganggu dan memaksa. Setiap orang dipersilahkan memilih agama dan kepercayaan nya masing masing. Yang beragama islam ke mesjid, yang beragama kristen ke gereja, dan demikian pula lainnya
References
Abu Bakar. “Konsep Toleransi dan Kebebasan Beragama.” TOLERANSI: Media Komunikasi Umat Beragama Vol.7 Juli-Desember (2015).
Abu Bakar HM, Mualimin, dan Nurliana. “Elit Agama dan Harmonisasi Sosial Di Palangka Raya.” Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 16 (2) (2018).
Agus Salim. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2001.
Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Ghita Intan. “SETARA Institute: Singkawang, Kota Paling Toleran Se-Indonesia,” 2018.
Grim, Brian J., Roger Finke, Jaime Harris, Catherine Meyers, dan Julie VanEerden. “Measuring international socio-religious values and conflict by coding US State Department reports.” JMS Proceedings, AAPOR-Section on Survey Research Methods
Alexandria, VA: American Statistical Association, 2006, 4120–27. H Noeng Muhadjir. Metode Penelitian Kualitatif: Pendekatan Positifistik, Rasionalistik, Phenomenologik, dan Realisme Metaphistik, telaah studi teks dan penelitian agama.
Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996. Intan, Ghita. “SETARA Institute: Singkawang, Kota Paling Toleran Se-Indonesia.”
VOA Indonesia, 2018. https://www.voaindonesia.com/a/setara-institute singkawang-kota-paling-toleran-se-indonesia/4690956.html.
M Atho Mudzhar. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Mun’im A Sirry. Fiqih Lintas Agama. Jakarta: Yayasan Wakaf Para Madina, 2003.
Ninis Chairunnisa. “Indeks Kota Toleran: Singkawang Tertinggi, Tanjung Balai Terendah,” 2018.
Nuryani, Titin, dan Ahmad Taufiq. “Peran Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Memelihara Toleransi Beragama Kota Salatiga Tahun 2018.” Journal of Politic and Government Studies 8, no. 03 (2019): 381–390.
Rehayati, Rina. “Kerukunan Horizontal (Mengembangkan Potensi Positif dalam Beragama).” Toleransi 1, no. 1 (2009): 55–64.
Ridwan Lubis. Cetak Biru Peran Agama. Jakarta: Puslitbang, 2005.
SETARA Institute. “Ringkasan Eksekutif Indeks Kota Toleran Tahun 2018,” 2018.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi: suatu pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.
Sutrisno Hadi. Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset, 2004.
Zakiyuddin Bhaidawy. Dialog Global dan Masa Depan Agama. Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001

