Islamic Education
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education
<main style="max-width: 1000px; margin: 0 auto; background-color: #f8f9fa; padding: 25px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 4px 20px rgba(0,0,0,0.08);"> <section style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 25px; margin-bottom: 25px; align-items: flex-start;" aria-labelledby="journalHeader"> <div style="flex: 0 0 350px; margin: 0 auto;"><img style="width: 322px; height: 455px; border-radius: 10px; border: 1px solid #e0e0e0; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.1) 0px 4px 12px; object-fit: contain;" src="https://maryamsejahtera.com/public/site/images/admin/jurnal-maryam-sejahtera-islamic-education.png" alt="Cover Jurnal Tut Wuri Handayani" /></div> <!-- JOURNAL INFO --> <article style="flex: 1; min-width: 300px; background-color: white; padding: 20px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 3px 10px rgba(0,0,0,0.05);"><header> <h1 id="journalHeader" style="color: #025a54; margin: 0 0 5px 0; font-size: 1.8rem; font-weight: 600;"><strong>Journal</strong></h1> <h2 style="color: #424242; margin: 0 0 15px 0; font-size: 1.2rem; font-weight: 500; border-bottom: 2px solid #d17a22; padding-bottom: 8px;"><strong>Islamic Education</strong></h2> </header> <div style="display: grid; grid-template-columns: 130px 1fr; gap: 8px; align-items: center; font-size: 1.05rem;"> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Frekuensi:</div> <div style="padding: 4px 0;">4 Issue Per Year (January, April, July, October)</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">DOI:</div> <div style="padding: 4px 0;">Prefix oleh <a style="text-decoration: none; color: #d17a22;" href="https://search.crossref.org/search/works?q=" target="_blank" rel="noopener"> <img style="vertical-align: middle; margin-left: 4px;" src="https://journal.uii.ac.id/public/site/images/deni/crossref2.png" alt="Crossref" width="90" height="28" /> </a></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">P-ISSN:</div> <div style="padding: 4px 0;"><a style="color: #025a54; text-decoration: none;" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220714191125033" target="_blank" rel="noopener"><strong>2962-679X (Print)</strong></a></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">E-ISSN:</div> <div style="padding: 4px 0;"><strong><a style="color: #025a54; text-decoration: none;" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220714341153212" target="_blank" rel="noopener">2962-7249 (Online)</a></strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Indeksasi :</div> <div style="padding: 4px 0;"><a href="#" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a><strong> | Garuda | Copernicus</strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Editor in Chief:</div> <div style="padding: 4px 0;">Dr. Husin, M.Pd</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Publisher:</div> <strong>CV. Maryam Sejahtera</strong></div> </article> </section> </main> <p style="text-align: justify;"><strong>Islamic Education Scientific Journal P-ISSN: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220714191125033">2962-679X</a>, E-ISSN: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220714341153212" target="_blank" rel="noopener">2962-7249</a> </strong>accepts submissions of articles that provide insights into current and major issues related to Islamic education and other Islamic studies such as studies on Islamic law, Islamic economics, Sufism, Islamic creed and philosophy. This journal provides a forum for researchers to discuss, disseminate, and promote knowledge in the developing field of educational science studies. Articles must be written in English. Journal Publication Frequency: Annual (4 times a year), Publication Period: <strong>January, April, July, October.</strong></p>cv. maryam sejahteraen-USIslamic Education2962-679XEpistemologi Tafsir Ilmi: Analisis Sumber, Metode, dan Validitas Penafsiran Saintifik Al-Qur’an
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/1497
<p>Artikel ini mengkaji fondasi epistemologis Tafsir Ilmi dengan fokus pada sumber, kerangka metodologis, dan kriteria validitasnya. Tafsir Ilmi merupakan tradisi penafsiran yang berupaya menjalin dialog antara teks Al-Qur’an dan temuan-temuan sains modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menelusuri perkembangan historis genre tersebut sejak era Abbasiyah hingga periode kontemporer, landasan epistemologisnya yang berakar pada integrasi sumber naqliyah dan ʿaqliyah, serta tiga prinsip metodologis yang mengatur penerapannya, yaitu talwiq (penyesuaian), istinbath (derivasi), dan tawfiq (harmonisasi). Artikel ini selanjutnya mengevaluasi empat kriteria validitas penafsiran saintifik: ketepatan linguistik, konsistensi dengan prinsip aqidah Islam, verifikabilitas ilmiah, dan koherensi kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa Tafsir Ilmi menempati posisi yang sah namun terbatas dalam tradisi keilmuan Islam, sepanjang mematuhi pengamanan metodologis yang ketat guna mencegah pemaksaan teori sains kontemporer ke dalam teks Al-Qur’an. Artikel diakhiri dengan usulan kerangka epistemologis integratif yang dibangun di atas empat pilar: primasi teks, hierarki epistemologis, kompetensi interdisipliner, dan kesadaran hermeneutis.</p>Saparudin ArianurMuhammad Amin BadaliIntan AnggriniTaufik Warman Mahfudz
Copyright (c) 2026 Saparudin Arianur, Muhammad Amin Badali, Intan Anggrini, Taufik Warman Mahfudz
2026-06-292026-06-29525868Peran dan Tantangan Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Pembelajaran Modern di Sekolah
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/1323
<p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak besar dalam dunia pendidikan, terutama pada pola belajar siswa serta strategi mengajar guru. AI tidak hanya berperan sebagai alat bantu pencarian informasi, tetapi juga sebagai sistem pembelajaran adaptif yang mampu menyesuaikan materi sesuai kebutuhan peserta didik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat pemahaman konsep, dan memperluas akses ke sumber belajar yang lebih kaya. Namun demikian, perkembangan ini memunculkan dinamika baru, seperti kekhawatiran mengenai ketergantungan siswa terhadap teknologi, pergeseran peran guru, serta munculnya tantangan etis yang berkaitan dengan privasi data dan keaslian tugas akademik. Artikel ini mengkaji secara mendalam bagaimana AI mengubah aktivitas belajar-mengajar di sekolah dengan merujuk pada temuan ilmiah terbaru. Selain itu, artikel ini juga menyoroti bagaimana guru bertransformasi dari sekadar penyampai materi menjadi mentor yang mengarahkan proses berpikir siswa. Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi, nilai humanisasi pendidikan seperti empati, interaksi sosial, dan bimbingan moral tetap menjadi aspek penting yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Temuan dalam artikel ini menegaskan bahwa AI harus ditempatkan sebagai alat bantu yang memperkuat proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pusat proses belajar.</span></p>Fadhilatul Fauziah
Copyright (c) 2026 Fadhilatul Fauziah
2026-06-292026-06-29526977Urgensi Pemahaman Kewajiban Anak Setelah Balig dalam Perspektif Pendidikan Islam
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/1482
<p>Masa balig merupakan fase penting dalam kehidupan seorang Muslim karena pada tahap ini seseorang mengalami perubahan status hukum dari anak-anak menjadi mukalaf yang dibebani kewajiban syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pemahaman kewajiban anak setelah balig dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>), melalui pengkajian berbagai literatur fikih dan pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balig ditandai dengan ihtilam, haid, atau mencapai usia 15 tahun qamariyah. Setelah balig, anak berkewajiban melaksanakan ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji (bagi yang mampu), serta menjaga aurat, mengatur pergaulan dengan lawan jenis, dan memikul tanggung jawab moral serta akhlak. Namun, realitas menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kematangan fisik dan kesadaran spiritual remaja. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kewajiban melalui pembinaan bertahap sejak sebelum balig, baik dalam keluarga maupun lembaga pendidikan.</p>HapsahNorlaila Hidayati
Copyright (c) 2026 Hapsah, Norlaila Hidayati
2026-06-292026-06-29527895Perempuan Sebagai Pendidik Utama dalam Keluarga: Kajian Literatur Tentang Perannya dalam Pembentukan Karakter Generasi
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/1417
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga serta kontribusinya dalam kehidupan masyarakat. Perempuan memiliki posisi strategis dalam proses transmisi nilai, norma, dan budaya yang menoleh karena itu fondasi keberlangsungan peradaban. Dalam perspektif sosiologi pendidikan dan keislaman, perempuan tidak hanya dipandang sebagai individu biologis, tetapi sebagai aktor sosial yang berperan penting dalam pembentukan karakter generasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustidakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan, khususnya ibu, berperan sebagai pendidik pertama (madrasatul ula) yang menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial sejak usia dini. Pendidikan dalam keluarga menoleh karena itu fondasi utama sebelum anak memasuki pendidikan formal. Proses pembentukan karakter anak berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, pola asuh, serta interaksi emosional yang intens antara ibu dan anak. Selain itu, perempuan juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial melalui partisipasi aktif di ruang publik. Di era digital, perempuan dituntut memiliki literasi teknologi agar mampu membimbing anak dalam menghadapi tantangan modern secara bijak dan bertanggung jawab.</p>Firdatul Nor AlvinaIrma Maulida
Copyright (c) 2026 Firdatul Nor Alvina, Irma Maulida
2026-06-292026-06-295296108Analisis Teoretis Kurva Lupa dan Spaced Repetition dalam Retensi Memori
https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/1488
<p>Retensi memori merupakan aspek fundamental dalam proses pembelajaran karena keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh pemahaman, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan informasi dalam jangka panjang. Fenomena kurva lupa menunjukkan bahwa sebagian besar informasi mengalami penurunan secara signifikan dalam periode awal setelah pembelajaran. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi retensi yang selaras dengan karakteristik kerja memori. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretis konsep kurva lupa dan <em>spaced repetition </em>sebagai strategi penguatan retensi jangka panjang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data diperoleh dari literatur psikologi kognitif dan karya klasik yang relevan, termasuk penelitian eksperimental tentang pelupaan dan distribusi pengulangan. Analisis dilakukan dengan menelaah kontribusi eksperimen Hermann Ebbinghaus, pola penurunan memori, perbedaan antara <em>spaced repetition</em> dan massed practice, serta prinsip penguatan jejak memori melalui aktivasi ulang dan konsolidasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengulangan yang didistribusikan dalam interval waktu tertentu mampu memperlambat laju pelupaan dan memperkuat stabilitas memori jangka panjang.</p>IrawatiMahmudah
Copyright (c) 2026 Irawati, Mahmudah
2026-06-292026-06-2952109123