ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KURIKULUM MERDEKA
Keywords:
Nilai-nilai, Pendidikan karakter, kurikulum merdekaAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai pembentukan karakter yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Diharapkan bahwa kurikulum ini akan menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan, perilaku yang baik, serta bertutur kata dan bertindak dengan etika yang luhur, selaras dengan harapan besar bangsa Indonesia. Sekolah-sekolah, sebagai institusi edukasi, harus mempraktikkan pembinaan karakter tersebut sesuai dengan prinsip profil pelajar Pancasila yang terintegrasi dalam kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis literatur, di mana peneliti memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan observasi mutakhir untuk dijadikan acuan. Hasil dari studi ini menandakan bahwa pengasuhan karakter dalam proses belajar-mengajar perlu diinfiltrasi ke dalam semua aspek kurikulum, meliputi mata pelajaran, pengembangan pribadi, dan budaya sekolah. Ada dua dimensi utama dalam pengembangan nilai karakter pada siswa, yaitu spiritual dan sosial. Dimensi spiritual berkaitan dengan penerapan keyakinan agama dan sosial mencakup perilaku seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kesantunan, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. Proses pembinaan karakter siswa bisa melalui tiga langkah yang meliputi 1) pengetahuan (knowing), 2) tindakan (acting), dan 3) pembentukan kebiasaan (habit).
References
Bada’a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 1(1), 31–43. https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.242
Apiyani, A. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter di Madrasah. JIIP - JurnalIlmiah Ilmu Pendidikan, 5(2), 505–511. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i2.445
Ardini, P. P. (2021). Book Chapter: Pedagogi dalam Perspektif Pembelajaran di Era Society 5.0 (Y. Juniarti (ed.)). Yayasan Sahabat Alam Rafflesia.
Arifi, M. (2022). INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK GENERASI MILLENNIAL. 67–88.
BSKAP, K. (2022). Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. In Kemendibudristek. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Cahyono, B. (2022). Pendidikan Karakter Merdeka Belajar Pada Pendidikan Abad 21 di SMAN 1 Dlingo. Pascasarjana Pendidikan UST, 2(1), 1–9.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang No 20 tahun2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dewan Perwakilan Rakyat RepublikIndonesia, 20, https://www.dpr.go.id/. https://www.dpr.go.id/
Hasibuan, A. A., Syah, D., & Marzuki, M. (2018). Manajemen Pendidikan Karakter Di Sma. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 4(02), 191. https://doi.org/10.32678/tarbawi.v4i02.1230
Ichwan, M. N. (2012). Agama, Budaya, dan Bencana Kajian Integratif Ilmu, Agama,dan Budaya. In Agama, Budaya, dan Bencana: Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya (Vol. 1, Issue 1).
Julaeha, S. (2019). Problematika Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Karakter. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(2), 157. https://doi.org/10.36667/jppi.v7i2.367
Kemendikbudristek. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Kementrian Pendidikan Nasional. (2011). Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemdiknas. https://peraturan.go.id/
Laros, M., & Tuhuteru, D. (2022). Kurikulum Pendidikan Karakter.
Mahipal, & Wahyudin, Y. (2013). Membangun Kepribadian Unggul Insan Akademika. Majalah Ilmiah Wawasan Tridharma, 25(9), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1102.0003
Mansyur, A. S. (2007). Pengembangan Kurikulum Berbasis Karakter: Konsepsi Dan Implmentasinya. Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 01(01), 1–9.
Moshinsky, M. (1959). NATIONALISM AND EDUCATION OF NATION CHARACTERS. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.
Muchtar, D., & Suryani, A. (2019). Pendidikan Karakter Menurut Kemendikbud. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 50–57. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v3i2.142
Nurochim, N., & Ngaisah, S. (2021). Analisis Isi Sikap Sosial Dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti. Al Hikmah: Journal of Education, 2(1), 37–52. https://doi.org/10.54168/ahje.v2i1.29
Peraturan Presiden. (2017). Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor, 87. https://peraturan.go.id/
Purba, S. (2021). Landasan Pedagogik (Teori dan Kajian). Yayasan Kita Menulis. Purna, T. H. (2023). Pentingnya Karakter Untuk Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Era Digital. 2(1), 192–202.
Sholekah, F. F. (2020). Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013. Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.53515/cji.2020.1.1.1-6
Tajudin, A., & Aprilianto, A. (2020). Strategi Kepala Madrasah Dalam Membangun Budaya Religius Peserta Didik. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 101–110. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v1i2.34
United Nations Educational Scientific and Cultural Organization. (2014). Learning to Live Together. In UNESCO. United Nations Educational Scientific and Cultural Organization. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000227208
Wiryopranoto, S., M. S. Herlina, N., Marihandono, D., Tangkilisan B, Y., & Nasional, T. P. K. (2017). Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari Politik Ke Pendidikan.
Yaqin, N. (2016). Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. In Madinah: Jurnal Studi Islam (Vol. 3, Issue 2). http://ejournal.iai- tabah.ac.id/index.php/madinah/article/view/178
Zeidler, Dana L; Keefer, M. (2003). The Role of Moral Reasoning on SocioscientificIssues and Discourse in Science Education.


