Living Qur’an dalam Tradisi Yasinan dan Tahlilan di Kalangan Masyarakat Muslim
Keywords:
pendidikan karakter, akhlak mulia, generasi mudaAbstract
Studi Al-Qur’an selama ini lebih banyak berfokus pada aspek tekstual dan normatif melalui pendekatan tafsir dan ulumul Qur’an yang menitikberatkan pada penafsiran makna ayat serta kajian kebahasaan dan hukum. Namun, perkembangan kajian Islam kontemporer melahirkan pendekatan Living Qur’an yang melihat Al-Qur’an sebagai teks yang hidup dalam realitas sosial dan budaya masyarakat Muslim. Pendekatan ini menekankan bagaimana Al-Qur’an dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi Yasinan dan Tahlilan merupakan salah satu bentuk nyata interaksi kolektif masyarakat Muslim dengan Al-Qur’an yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial-keagamaan, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Yasinan dan Tahlilan sebagai bentuk aktualisasi Living Qur’an serta menjelaskan fungsi religius dan sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan interpretatif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan dan Tahlilan merupakan bentuk resepsi sosial terhadap Al-Qur’an yang tidak hanya berfungsi sebagai media doa dan ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, membangun kebersamaan, meneguhkan identitas keagamaan, serta menjaga harmoni dalam komunitas. Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, melainkan hadir sebagai simbol sakral yang hidup dan membentuk dinamika sosial-keagamaan masyarakat Muslim.
References
Afri, Wedi, Salma, dan Bakhtiar. “Antara Kewajiban Agama dan Kearifan Lokal.” Universitas Semarang 14, no. 2 (t.t.).
Annas, Muhamad, Rio Dwi Saputra, dan Ahmad Said Said. “Living Qur`an Sebagai Cerminan Praktik Keagamaan: Analisis Fenomena Sosial dan Normatif.” UIN Syarif Hidayatullah 4, no. 2 (2024).
Awaliatul Laili, Nurul Fithriyah. “The Living Qur’an: Tradisi Yasinan pada Acara Ahlen.” Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan 1, no. 2 (2021).
Dzulkifli, Mohammad. “Konsistensi Tradisi Tahlilan Dan Kenduri Di Kampung Sapen Perspektif Fenomenologi Agama.” Emperisma Jurnal Pemikiran Kebudayaan Islam 30, no. 1 (t.t.).
Faturohman. “Tradisi Tahlilan pada Masyarakat Kampung Cijambe Sumedang : Studi Living Quran.” Jurnal Multidisiplin Ilmu 3 (t.t.).
Hidayat, Noer. Mengungkap Makna Yasin Fadilah Praktik dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Beragama. t.t.
Karsidin, Dwi Ulfahmi Ainung, dan Baiq Mustika Nigrum. “Pendampingan Tradisi Mequlhu Melalui Pendekatan Living Quran guna Meningkatkan Kesadaran Membaca Al-Quran.” Insaniyah : Jurnal Pengabadian Masyarakat 4, no. 1 (2025).
Nawir, Daud, Sutrisno Anggoro, dan Agus Indarjo. METODE PENELITIAN ILMIAH. PT. Global Teras Fana, t.t.
Qurota A’yun, Arafah, Khusnul Khotimah, dan Mustain. “Makna dan Fungsi Surat Yasin dalam Tradisi Tahlilan Di Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas: Perspektif Living Qur’an.” Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 6, no. 1 (t.t.).
Rosanti, Dwi Alma, dan Anshori Isa. “Tradisi Yasinan Sebagai Living Qur’an di Desa Tropodo Kecamatan Waru.” jurnal publique 4 (t.t.).


