Makna Papadahan Urang Banjar dalam Kehidupan Sehari-Hari
Keywords:
papadahan urang Banjar, kearifan lokal, tradisi lisanAbstract
Penguatan karakter berbasis akhlak mulia pada generasi muda menjadi urgensi di era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. Fenomena degradasi moral, krisis keteladanan, serta rendahnya kesadaran etika di kalangan remaja menuntut adanya strategi pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan karakter dan konsep akhlak dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan karakter efektif dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media digital secara bijak. Sinergi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan sosial menjadi faktor kunci dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, penguatan karakter berbasis akhlak mulia diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.
References
Abdul Wahab Syakhrani, Fatham Mobina, dan Ahmad Mua’rrif M. Jarkasi. “Sinkreisme
Kebudayaan Banjar yang Berakulturasi dengan Budaya Islam.” Humanistis,
Jurnal Humaniora Sosial dan Bisnis 1, no. 3 (2023).
Agustina, Titien. “Membangun Manajemen Kearifan Lokal (Studi pada Kearifan Lokal
Orang Banjar).” Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan 2, no. 2
(2018): 120–29.
Andhi Irawan, Sukarni, dan Hanafiah. “Perkembangan Islam pada Masyarakat Banjar
dalam Budaya dan Fiqh Tasawuf.” Indonesian Journal Of Islamic, Jurisprudence,
Economic and Legal Theory 2, no. 2 (2024).
Aprina Noor Latifah, Zulfa Jamalie. “Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat
Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam.” Sujud, Jurnal Agama, Sosial dan
Budaya 2, no. 1 (2020).
Aulia Annisa putri, Aiga Herawati, dan Tiara Hani Desyola. “Tradisi Keagamaan dan
Kebudayaan Islam di Banjarmasin.” Religion, Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
, no. 6 (2023).
Bayani Dahlan, Tarwilah, dan Nada Rahmatina. “Manakib dalam Tradisi Masyarakat
Banjar: Analisis Antropologis dengan Pendekatan Dakwah Kultural.”
Alhadharah Jurnal Ilmu Dakwah 23, no. 1 (2024).
Febri Sugiyanto, Ivan Fajriyanur, dan Ajhari Ahmadi. “Kebudayaan dan Kearifan Lokal
Suku Dayak, Banjar, dan Jawa.” Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajad
, no. 2 (2025).
Gusti Muhamad Shadiq, Ahmad Harisuddin. “Kebudayaan Banjar, Dayak, Melayu dan
Interelasi Islam Terhadap Budaya di Kalimantan Selatan.” Indonesian Journal Of
Islamic, Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2025.
Hasan, Hasan. “Islam dan Budaya Banjar di Kalimantan Selatan.” Ittihad 14, no. 25
(2016).
Hasanah, Luluk Ulfa, dan Novi Andari. “Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai
Sosial dan Budaya Masyarakat.” Jurnal Ilmiah FONEMA 4, no. 1 (2021): 48–66.
Hendraswati, Any Rahmayani, dan Lisnawati Nurcahyani. Perubahan Sosial Ekonomi
Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. STAIN Pontianak Press, 2013.
Hidayat, Sarip, Beben Muhammad Bachtiar, dan Rio Ardian. “Memperkuat Identitas
Nasional Melalui Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya Lokal.” Jurnal
Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) 5, no. 2 (2025): 873–82.
Huda, Nuril. “Analisis Gender ‘Baantaran Jujuran’ Dalam Kebudayaan Banjar.”
Muadalah 2, no. 1 (2015).
Husna, Husna, Maudi Indriani, Mukarromah Mukarromah, dan Restu Khaliq. “Nilai Nilai
Kearifan Lokal Generasi Millenial di Kota Banjarmasin.” Al-Hiwar : Jurnal Ilmu
dan Teknik Dakwah 10, no. 1 (2022): 29.
Istiqomah, Ermina, dan Sudjatmiko Setyobudihono. “Nilai Budaya Masyarakat Banjar
Kalimantan Selatan: Studi Indigenous.” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan 5,
no. 1 (2017): 1.
Jamiluddin. Tradisi Banjar dalam Perspektif Sosial Ekonomi dan Budaya. Eureka Media
Aksara, 2022.
Luthfiatul Zahra, Uswatun Hasanah, dan Syahrul Adam. “Mengenal Lebih Dalam:
Tradisi Budaya Perkawinan dalam Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.”
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 6491–503.
Nengsih, Sri Wahyu. “Kearifan Lokal dalam Legenda Keagamaan Masyarakat Banjar.”
Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya 10, no. 1 (2020): 41.
Rissari Yayuk. “Nilai Kearifan Lokal dalam Tuturan Domestik Bahasa Banjar.” Unika
Atma Jaya, 2021.
Rochgiyanti, Sriwati. Buku Panduan Situs Bersejarah Kota Banjarmasin. 2021.
Suriansyah Ideham, Sjarifuddin. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Badan Penelitian
dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, 2005.
Wahyu. “Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Banjar.” Cross Border 3, no. 2 (2020).
Yenny Eta, Rumi, dan Zora. “Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal dalam Perlindungan
Kesenian Tradisional Banjar.” Notarus 18, no. 2 (2025).
Yuli Apriati, Alfisyah, dan Laila Azkia dkk. “Revitalisasi Folk Song (Nyanyian Rakyat)
Sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan
Selatan.” Solidarity, Journal of Education, Society and Culture 9, no. 2 (2020).


