Mengikir Gigi Dalam Perspektif Keislaman di Dunia Kedokteran Gigi
DOI:
https://doi.org/10.55606/religion.v1i5.305Keywords:
Mengikir Gigi, islam, kesehatan, kedokteran gigiAbstract
Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Secara umum maupun secara agama menjaga kesehatan adalah hal yang wajib tetapi dengan perkembangan zaman yang terus maju, nilai estetika juga tidak tertinggal, mengikir gigi adalah salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan estetika pada gigi. Selan itu, ada beberapa tradisi di Indonesia yang masih melakukan tradisi kikir gigi. Indonesia adalah negara dengan mayoritas warganya beragama Islam, yang memunculkan sebuah gagasan ntuk mengetahui mengenai bagaimana mengikir gigi dalam persfektif keislaman dan kedokteran gigi atau kesehatan itu sendiri, efek yang ditimbulkan dan hukum dalam keislaman. Penelitian ini menggunakan metode systematic review menggunakan data base Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Mengikir”. Pencarian artikel harus memenuhi kriteria inklusi yaitu: artikel penelitian yang dipublikasikan 10 tahun terakhir (2013 - 2023). Ditemukan bahwa mengikir gigi adalah kegiatan yang dilakukan dengan memutilasi gigi pada bagian luarnya yang dalam islam kegiatan tersebut dilarang oleh agama, sepeti yang telah disampaikan oleh Allah SWT. dalam firmannya karena mengubah apa yang telah Ia ciptakan kepada hambanya. Dari sisi kesehatan dan kedokteran gigi mengikir gigi memiliki banyak efek, terutama kerentanan gigi untuk terserang banyak penyakit gigi karena gigi sudah tidak sempurna dan tipis. Maka dalam persfektif keislaman melarang untuk melakukann kikir gigi juga memiliki manfaat pada kesehatan gigi.
References
Allah SWT. melarang manusia untuk merubah ciptaan-Nya, termasuk didalamnya mengikir gigi. Selain dilarang agama, mengikir gigi juga dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi dan gusi. Adapun dampak negatifnya gigi menjadi lebih sensitif dan tidak kuat. Oleh karena itu, dengan dilarangnya mengikir gigi maka gigi akan tetap terjaga kesehatannya, hal tersebut menunjukan sejalannya ajaran islam dengan dunia kesehatan atau kedokteran gigi.
DAFTAR PUSTAKA
Asrianti, D., 2017. Pemahaman hadits larangan perempuan mengikir gigi (Bachelor's thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Pascasarjana Fakultas Ushuluddin, 2017).
Dwiastuti, S.A.P., 2018. Pelaksanaan Potong Gigi Sesuai Dengan Kaedah Kesehatan.
Edrizal, et al. 2021. Evaluasi Efektivitas Retainer Yang Digunakan Untuk Mempertahankan Posisi Gigi Setelah Perawatan Ortodonti Aktif. Menara Ilmu; 15(2) : 2.
Firdaus I. A. et al. Konsep dan Praktek Kesehatan Gigi dalam Keislaman. JournalQ. 2023; 2(1): 228-234.
Habibah, et al. 2023. Pandangan Pengurus Mui Kota Samarinda Terhadap Praktik Pemasangan Bunny Teeth (Gigi Kelinci). Journal Of Islamic Economic Law; 1(1) : 98.
Husna N, et al. Efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dengan menggunakan media busy book terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Jurnal Kesehatan Gigi 6. 2019; 51-55.
Nismal, H., 2018. Islam dan kesehatan gigi
Permatasari W.A dan Artaria M.D. 2015. Keterkaitan kebiasaan manusia terhadap kondisi gigi. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik; 28(4): 183.
Rivandi, D. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Perkakas Tangan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa X Tpm 1 Smkn 2 Surabaya. Pengembangan Modul Pembelajaran Perkakas Tangan; 2(2): 47.
Rohidin, Pengantar Hukum Islam. 2016. (Cet.I:Yogyakarta:Lintang Rasi Aksara)
Ryzanur M.F.A. et al. Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Gigi dengan Nilai Indeks DMF-T Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kedokteran Gigi. 2022; 1(6):1-5.
Septianingrum, E.A., Azzahra, S.S., Yasin, F. and Utami, N.K., 2023. Pandangan Islam Terhadap Anjuran Pemeliharaan Kesehatan Gigi Serta Larangan Mengikir Gigi. JIS: Journal Islamic Studies, 1(2), pp.222-227.
Supriyanto I. et al. Dental Health Education Promotion using Video Blogs (Vlog) and Treatment Methods on Teething Practices in Basic School Children in Bandung City. Jurnal Kesehatan Gigi. 2019; 2: 136-140.
Thungady F. 2020. Orthodontic Retreatment Of A Misaligned Upper Arch Midline Caused By Inadequate Treatment Plan. Interdent jkg ; 16(1): 16.

