PENGGUNAAN ANESTESI DALAM HUKUM ISLAM

Authors

  • Fawwaz Tsabit Madani Universitas Lambung Mangkurat
  • Alfina Sylvadika Universitas Lambung Mangkurat
  • Nidia Naswa Ramaziah Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.55606/religion.v1i5.333

Keywords:

hukum islam, anestesi

Abstract

Dalam dunia kedokteran, tentunya tidak merasa asing lagi dengan anestesi. Anestesi berarti suatu tindakan yang menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Penggunaan anestesi dalam prosedur medis membantu dalam mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang mungkin dialami oleh pasien. Penelitian ini berfokus pada aspek hukum Islam dan penggunaan anestesi menurut pandangan Islam. Islam sangat mementingkan perlindungan nyawa manusia. Selagi material yang digunakan dalam anestesi tersebut halal bagi tubuh, serta tidak tercampur dengan material yang haram. Dengan memungkinkan pasien untuk menjalani prosedur medis tanpa merasakan sakit yang berlebihan, penerapan anestesi berkontribusi pada mengurangi penderitaan manusia, yang sesuai dengan ajaran moral Islam. Pencarian sumber data dengan menggunakan metode systematic review. Pencarian  systematic review dilakukan dengan menggunakan data base PubMed dan Google Scholar dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hukum untuk menggunakan anestesi atau obat bius menurut pandangan Islam, mengungkap penerapan prinsip al-Ḍarurāt Tubīḥu al-Maḥẓurāt dalam konteks anestesi untuk prosedur bedah. Penggunaan anestesi masih menjadi perdebatan oleh beberapa kalangan. Namun, penggunaan anestesi dalam hukum pandang islam diperbolehkan, karena islam memberikan keringanan bagi orang orang yang memang membutuhkannya. Hal tersebut juga tidak terlepas dari syarat syaratnya seperti hanya digunakan pada kondisi yang benar benar darurat, dan penggunaanya diharuskan berasal dari orang yang benar benar ahli dalam bidangnya.

References

Jushchyshyn, J. A., Mulugeta-Gordon, L., Curley, C., Polite, F. G., & Merz, J. F. (2023). Patient consent for medical student pelvic exams under anesthesia: an exploratory retrospective chart review. medRxiv, 2023-04

Walgiaryo, O. U. (2019). Tanggung Jawab Dokter Anestesi Terhadap Tindakan Operasi di Rumah Sakit.

Islamiati, A., Indriani, D., & Hawariah, A. (2022). Aktualisasi Kaidah al-Ḍarūrāt Tubīḥu al-Maḥẓūrāt pada Tindakan Anestesi. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 1(1), 105-116.

Pringgayuda, F. Purbianto. Eko, P. (2020) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipotermi pada Pasien Pasca General Anestesi, Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 8. 10-21

Islamiati, A., Indriani, D., & Hawariah, A. (2022). Aktualisasi Kaidah al-Ḍarūrāt Tubīḥu al-Maḥẓūrāt pada Tindakan Anestesi. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 1(1), 105-116.

Sofi, A. (2021). PENGGUNAAN NARKOTIKA UNTUK PENGOBATAN (Studi Komparatif antara Hukum Islam dan Hukum Positif) (Doctoral dissertation, UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri Purwokerto).

Shaikh, S. I., & Hegade, G. (2017). Role of Anesthesiologist in the Management of a Child with Cerebral Palsy. Anesthesia Essays and Researches, 11(3), 544-549.

Pardo, M., & Miller, R. D. (2017). Basics of anesthesia. Elsevier Health Sciences.

Uripno, B. (2015). Kadar Substansi P Serum Pada Pemberian Parasetamol Intravena Perioperatif Pada Pasien Kraniotomi. Jurnal Anestesi Indonesia, 3(6).

Nehal, G., Alorainy, H. Abdulrahman, A., Haifa, A., Waleed, A. (2023). Public Knowledge and Perception of Anasthesia, Anesthesiologist Expertise, and Their Role Among Saudi Citizens Residing in Saudi Arabia. Cureus, 15(8).

Edmondson, M. A. (2016) Local, Regional, and Spinal Anesthesia in Ruminants. Vet Clin North Am Food Anim Pract;32(3):535-552.

Downloads

Published

2023-10-14