PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Authors

  • Dina Khairina Rahayu Universitas Lambung Mangkurat
  • Zain Nor Yadin
  • Aziizah Nuur Fauziyah

DOI:

https://doi.org/10.55606/religion.v1i5.410

Keywords:

Pendidikan Agama Islam, Anak Berkebutuhan Khusus

Abstract

Anak berkebutuhan khusus merupakan  anak yang kepribadiannya cenderung  berbeda dibandingkan  anak normal lainnya  di  masyarakat mainstream. Salah satu anak  berkebutuhan khusus adalah anak berkebutuhan khusus yang penampilannya sangat berbeda  dengan anak normal lainnya. Penyebab cacat fisik bisa berupa kecelakaan atau sesuatu yang terjadi sejak  lahir. Namun demikian, bukan berarti  anak dengan disabilitas fisik harus dikucilkan dan dikucilkan dari masyarakat, namun anak dengan disabilitas fisik harus diberikan kasih sayang dan  bahasa yang lembut untuk mendukung perkembangan kesejahteraan anak berkebutuhan khusus. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu agen yang berperan  dalam pengendalian emosi dan kesehatan anak penyandang disabilitas. Pendidikan agama Islam memegang peranan yang sangat penting dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus, baik  mental maupun spiritual.

References

Adelina, Femita, Satria Kamal Akhmad, and Cholichul Hadi. “Bagaimana Agar Penyandang Tuna Daksa Mampu Menjadi Pribadi Yang Bahagia?” Jurnal Sains Psikologi 7, no. 2 (2018): 119–125.

Adhi, Ni Ketut Jeni, Ni Nyoman Ari Indra Dewi, and Dermawan Waruwu. “Di Ypac Jimbaran Bali.” Sintesa (2019): 527–536.

Casmini, C. “PENERIMAAN DIRI TUNA DAKSA BINAAN FORUM BANGUN ACEH MENGGUNAKAN ANALISIS ADLERIAN COUNSELING SELF-ACCEPTANCE OF THE PHYSICALLY DISABLED PERSONS ASSISTED BY THE FORUM BANGUN ACEH USING Pendahuluan” 5, no. 1 (2022): 59–76.

Ii, B A B, A Deskripsi Teori, and Evaluasi Program Pembelajaran. “BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Evaluasi Program Pembelajaran” (2011): 9–43.

Karyanta, Nugraha Arif. “Self-Esteem Pada Penyandang Tuna Daksa.” 地学雑誌 113, no. 2 (2008): 180–190.

Khoiroh, Hanifatul. “Konseling Behaviour Dalam Menangani Anak Tunadaksa.” Pembentukan Anak Usia Dini : keluarga, Sekolah, Dan Komunitas 2 (2018): 15. http://digilib.uinsby.ac.id/13709/3/Daftar Isi.pdf.

Laora, Jumiati. “Konsep Diri Penyandang Tuna Daksa Di Kota Pekanbaru.” Jom Fisip 3, no. 2 (2016): 1–14.

Martini, Denia, Machdan Nurul Hartini, and Nurul Hartini. “Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Tunadaksa Di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan.” Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 1, no. 2 (2012): 7.

Nurodin, Nurodin. “Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Dalam Mereduksi Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Penyandang Tunadaksa (Penelitian Di Panti Asuhan Nurul Haq, Yayasan Madania, Jalan Janti GemakNomor 88 Gedong Kuning Banguntapan Bantul, Yogyakarta).” Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam 6, no. 2 (2017): 130–149. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/altazkiah/article/view/124.

Pratiwi, Lulun Rosana. “Terapi Realitas Sebagai Sarana Meningkatkan Resiliensi Pada Penyandang Tuna Daksa.” Jurnal Psikologi Ilmiah 10, no. 1 (2018): 10–17.

Umma, N F. “Bimbingan Konseling Islam Dengan Terapi Husnuzan Untuk Memodifikasi Perilaku Emosi Negatif Seorang Anak Tunadaksa Di Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo” (2021). http://digilib.uinsby.ac.id/47817/%0Ahttp://digilib.uinsby.ac.id/47817/2/Nur Fadilatul Umma _B03217031.pdf.

Waqiati, H. A., Hardjajani, T., & Nugroho, A. A. “Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Efikasi Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Penyandang Tuna Daksa.” Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa 2, no. 1 (2013): 1–12.

Downloads

Published

2023-10-17