Pengaruh Wudhu Bagi Kesehatan Manusia
DOI:
https://doi.org/10.55606/religion.v1i6.798Keywords:
health, well-being, wudhuAbstract
The practice of ablution (wudhu) in Islam is not just a religious ritual; it also holds profound implications for human physical and spiritual health. The process of washing the hands, face, arms, head, and feet during ablution not only maintains physical cleanliness by removing impurities but also has the potential to prevent the spread of diseases. Beyond the realm of physical hygiene, this practice also instills a sense of freshness, tranquility, and psychological well-being for those who perform it. Although research has highlighted the cleanliness benefits and psychological effects of ablution, studies focusing on its overall impact on public health remain limited. Scientific inquiries tend to concentrate on religious aspects and psychological effects, creating a crucial gap in understanding the potential health benefits of ablution within the context of public health. This research aims to bridge this knowledge gap by exploring the physical health benefits of ablution and its broader implications for public health. Thus, this study provides comprehensive insights into the correlation between this religious practice and its physical health benefits, which could contribute significantly to improving public health overall.
References
Aiid R. (2012). Manfaat shalat dhuha bagi kecantikan dan kesehatan. Yogyakarta : Safirah.
Jufrizel J dan Weni PH. (2017). Manfaat pembuatan perencanaan kran wudhu otomatis bagi kemaslahatan umat Islam. Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri. 424-428.
Lela L dan Lukmawati L. (2016). “Ketenangan” : makna dawamul wudhu (studi fenomenologi pada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang). Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 1(2), 55-66.
Muhammad SB. (2013). Dahsyatnya terapi wudhu. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Mukhsin M. (2014). Rahasia butiran air wudhu. Jakarta: Lembar Langit Indonesia.
Musbikin I. (2009). Wudhu sebagai terapi upaya memelihara kesehatan jasmani dengan perawatan ruhani. Yogyakarta: Nusamedia.
Prayekti E. (2017). Penurunan jumlah bakteri kulit manusia dengan perlakuan wudhu. Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 1(2), 126-136.
Ramadhan AA, Mochammad ER. (2015). Analisis pengaruh berwudhu terhadap perubahan tekanan darah sesaat. Jurnal farmasi Assyifa, 7(2): 121-129.
Rinawati M dan Isnaeni Y. (2012). Pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap kejadian insomnia pada usia lanjut di dusun Tilaman Wukirsari Imogiri Bantul Yogyakarta. Jurnal STIKES Aisyiyah Yogyakarta, 1-8.
Rokhman K. (2008). Pengaruh wudhu dalam mereduksi marah. Jakarta: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, 1-117.
Sabiq S. (2009). Fiqih sunnah jilid 1. Jakarta: PT. Pena Pundi Aksara.
Sari DC, Ayu P, dan Nova R. (2018). Pengetahuan hydroterapi wudhu terhadap perkembangan anak di puskesmas Kabun Rokan hulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 58-65.
Shihab MQ. (2012). Tafsir Al-Mishbah Jilid 3. Jakarta: Penerbit Lentera Hati.
Shihab MQ. (2012). Tafsir Al-Mishbah jilid 4. Jakarta: Penerbit Lentera Hati.
Syarif H. (2014). Dahsyatnya ibadah-ibadah siang hari. Yogyakarta : Diva Press.
Thamrin NM dan Desni Y. (2015). Peningkatan pengetahuan berwudhu dengan menggunakan media gambar pada anak usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(11), 1-13.


