PANDANGAN ISLAM TERHADAP PRODUKTIVITAS ORANG YANG BEKERJA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.55606/religion.v1i6.824Keywords:
Produktivitas, BekerjaAbstract
Sistem Ekonomi Islam tidak sekedar memandang kerja sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian, tapi lebih dari itu kerja merupakan perbuatan mulia dalam rangka mewujudkan kemaslahatan individu dan masyarakat. Bekerja dalam sistem ekonomi Islam merupakan suatu keharusan sebagaikewajiban syara` dan dipandang sebagai bentuk ibadah bagi yangmelakukannya. Sehingga segala bentuk pengangguran, termasuk meminta-minta dipandang sebagai perbuatan tercela. Bekerja mendapat perhatian khusus baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits-Hadist Nabi Muhammad SAW.
References
Basyir, Ahmad Azhar, Garis Besar Sistem Ekonomi Islam, Yogyakarta: BPFE, 2006.
Depertemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemah, Semarang : PT Karya Toha Putra, 2009
Knight Dunlap, Personal Adjustment, New York: Alexander Hamilton Institute, 2004
Kuncoro, Mudrajat, Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi 3, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2009.
Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki, Perilaku Organisasi, alih bahasa Erly
Suandy, Jakarta: Reksohadiprojo,
Mangkunegara A. Anwar, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,
Bandung: PT Rosda M. Kadarisman,
Manajemen Pengembangan Sumber Daya manusia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
Qardhawi, Yusuf, Norma Dan Etika Ekonomi Islam, alih bahasa Zainal
Arifindan Dahlia Husin, Jakarta :Gema Insani Press,2004.
Rivai, Veithzal. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010
Rusdi, M. A. (2017). Maslahat Sebagai Metode Ijtihad Dan Tujuan Utama Hukum Islam. DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum, 15(2), 151-168.
Shaleh, Akh. Muwafik, Bekerja dengan Hati Nurani, Erlangga, 2009.
Sinungan, Muchdarsyah, Produktivitas Apa dan Bagaimana, Jakarta: Bumi
Aksara, 2003.
Suprihanto, John, Manajemen Personalia,Yogyakarta: Penerbit BPFE,2007.

