Studi Etnografi Nilai Spiritual Dalam Tradisis Sumbayang Ampek Puluah Hari Tarekat syattariyah
DOI:
https://doi.org/10.55606/religion.v1i6.856Keywords:
Nilai Spiritual, Sumbayang Ampek Puluah Hari, Tarekat Syattariyah, TradisiAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai spiritual yang terdapat didalam tradisi sumbayang ampek puluah hari (Shalat 40 hari) dalam tarekat syattariyah. Sumbayang ampek puluah hari merupakan salah satu tradisi dari tarekat syattariyah di Nagari Sintuak, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat yang dilakukan sekali dalam setahun. Penelitian yang dilakukan dikhususkan terhadap nilai spiritual yang ada didalam tradisi sumbayang ampek puluah hari ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi etnografi, penelitian ini dilakukan di Nagari Sintuak Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan, setelah itu digunakan beberapa teknik untuk menguji keabhsahan data diantaranya perpanjangan ,keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama pelaksanaan tradisi sumbayang ampek puluah hari dalam tarekat syattariyah, dilaksanakan shalat berjama’ah selama empat puluh tanpa terputus-putus pelaksanaannya. Dimana pelaksanaan shalat shubuh dsertai dengan doa qunut, kemudian penambahan shalat Qadha setiap shalat fardhunya. Serta pelaksanaan shalat sunat rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu. Kedua didapatkan nilai spiritual dalam tradisi sumbayang ampek puluah hari tarekat syattariyah yakni berupa ketenangan jiwa dan hati, meningkatnya hablun minallah para jama’ah shalat.
References
Abdullah, U. I. M. (2002). Menjadi Pewaris Surga. Yogyakarta: Media Insani.
Ahmad, S. (2018). Qadha’shalat yang terlewat, haruskah? Uin Raden Fatah Palembang. http://eprints.radenfatah.ac.id/2486/
Aini, A. F. (2020). Living Hadis Dalam Tradisi Malam Kamis Majelis Shalawat Diba’Bil-Mustofa. Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies, 2(1), 221–235.
Alawiyah, D., & Handayani, I. (2019). Penanaman Nilai Spiritual dalam Dimensi Psikoterapi Islam di PP. Rehabilitasi Salafiyah Syafi’iyah Nashrun Minallah. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 6(1), 23–32.
Amir Sjarifoedin Tj A, N. (2011). Minangkabau dari dinasti Iskandar Zulkarnain sampai Tuanku Imam Bonjol. (No Title). https://cir.nii.ac.jp/crid/1130000798027174272
Arifin, M. F. (2017). THE INDONESIAN CLASSROOM MANAGEMENT (An Ethnographic Study of Indonesian Classroom Behavior). UAD TEFL International Conference, 1, 365–370.
Aulia, P. T., Wijayanti, D., & Acang, N. (2021). Scoping Review: Efek Musik Sebagai Terapi Tambahan terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 3(1), 93–99.
Baroroh, K., Rohmah, E. T. A., & Lestari, F. A. (2021). The Tradition of Congregational Prayer for Forty Consecutive Days; Study of Living Hadith in Kalibening Village Community: Tradisi Shalat Berjamaah Empat Puluh Hari Berturut-Turut; Studi Living Hadis pada Masyarakat Desa Kalibening. Journal of Contemporary Islamic Education, 1(2), 125–140.
Creswell, J. W. (2020). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Pearson Higher Ed.
Departemen Agama, R. I. (1993). Ensiklopedi Islam. Departemen Agama RI.
El-Syafa, H. A. Z. (2020). Nikmatnya Ibadah: Tinjauan Psikologis & Medis Ibadah Sehari-hari. Genta Hidayah.
Erina, M. D., Haliza, D. A. N., Nisa, I. F. C., Nasrum, A. J., & Darmalaksana, W. (2022). Sejarah dan Ajaran Tarekat Syattariyah di Cirebon. Jurnal Riset Agama, 2(1), 119–130.
Fathurahman, O. (t.t.). Pelestarian Penentuan Awal Bulan Hijriah Tarekat Syattariyyah Di Minangkabau [B.S. thesis]. Diambil 27 November 2023, dari https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36772
Fathurahman, O. (2008). Tarekat Syattariyah di Minangkabau. Prenadamedia Group. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/34897/2/fulltext.pdf
Febriyanti, R. H., & Lustyantie, N. (2020). Exploring Digital Ethnography Applied To Language Learning Study: A Literature Review. IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review), 6(2), 142–155.
Fry, L. W. (2003). Toward a theory of spiritual leadership. The leadership quarterly, 14(6), 693–727.
Hadi, A. (2010). Aceh: Sejarah, budaya, dan tradisi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Hadi, A. (2014). Tradisi Shalat 40 Hari Berjama’ah (10 Terahir Rajab Sampai 30 Sya’ban) Dalam Masyarakat Desa Sipungguk Ditinjau Menurut Perspektif Hukum Islam [PhD Thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. http://repository.uin-suska.ac.id/8945/
Halim, A. (2022). Living Hadith in Sumbayang Ampek Puluah Tradition at Pandai Sikek, West Sumatra. Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, 6(2), 205–217.
Hanani, S. (2016). Perlindungan perempuan lanjut usia korban bencana gempa bumi melalui Tradisi Sumbayang 40 di Sumatera Barat. Kafaah: Journal of Gender Studies, 6(1), 13–34.
Jumrah, J. (2022). Improving Students’vocabulary Through Pictures To Learn English. Uniqbu Journal of Social Sciences, 3(2), 139–146.
Kaelan, M. S. (2005). Metode penelitian kualitatif bidang filsafat. Yogyakarta: Paradigma.
Khatib, S. B. (2012). Tarekat Abd Al-Rauf Singkel Dalam Tanbih Al-Masyi. Padang: Hayfa Press.
Khosiah, N. (2020). Tradisi Ziarah Wali Dalam Membangun Dimensi Spiritual Masyarakat. Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman, 4(1), 28–41.
Manggis, M. R., & Panghoeloe, D. R. (1982). Minangkabau: Sejarah ringkas dan adatnya. Penerbit Mutiara.
Menne, F. (2017). Nilai-nilai Spiritual dalam entitas bisnis syariah (Vol. 1). Celebes Media Perkasa.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage.
Muhakamurrohman, A. (2014). Pesantren: Santri, kiai, dan tradisi. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 12(2), 109–118.
Muhyiddin, A., & Salahuddin, A. (2006). Salat Bukan Sekedar Ritual. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nirmala, Z., & Satria, R. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Sumbayang Ampek Puluah Hari Dalam Tarekat Syattariyah di Nagari Sintuak (Studi Etnografi). An-Nuha, 1(3), 304–312.
Notonegoro, A. (2020). Islam Blambangan: Kisah, Tradisi dan Literasi. Batari Pustaka.
Putra, Y. S. (2012). Wacana Keislaman Minangkabau Di Pertengahan Abad Ke-19: Refleksi Sebuah Naskah. Jurnal Elektronik Wacana Etnik, 3(2), 225–238.
Suparman, D. (2015). Pembelajaran ibadah shalat dalam perpektif psikis dan medis. Jurnal Istek, 9(2). https://core.ac.uk/download/pdf/234030881.pdf
Tarihoran, A. S. (2018). Sjech M. Djamil Djambek Pengkritik Tarekat yang Moderat di Minangkabau. ALHURRIYAH: Jurnal Hukum Islam, 12(2), 1–13.
Zuhri, S. (2019). Hukum Qadha Shalat Menurut Imam An-Nawawi dan Ibnu Taimiyah: Studi Kasus Pelaksanaan Qadha Shalat Bobotoh PERSIB [PhD Thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung]. https://etheses.uinsgd.ac.id/id/eprint/26756

