HUBUNGAN DAN PERANAN AGAMA ISLAM DENGAN PEMBANGUNAN EKONOMI UNTUK KEMAJUAN NEGARA
DOI:
https://doi.org/10.55606/religion.v3i2.951Keywords:
Hukum Islam, Pembangunan Ekonomi, Ekonomi IslamAbstract
Dalam artikel ini, peranan dan hubungan agama islam dengan pembangunan ekonomi dibahas. Keduanya memiliki kesamaan dalam mencapai tujuan yang sama, yaitu menciptakan kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Agama Islam memungkinkan penganutnya untuk melakukan pembangunan, terutama pembangunan ekonomi, melalui sejumlah aturannya. Karena mereka bertugas sebagai khalifah di Bumi ini, manusia diharuskan untuk menjaga, menjaga, dan menjaga semua makhluk yang ada di sana. Semua makhluk ini dilarang dimusnahkan. Dalam ajaran Islam, lima hal menjadi landasan hidup manusia untuk mencapai kesejahteraan: agama (ad-din), jiwa (an-nafs), akal (al-aql), keturunan (nasb), dan harta (mal). Menurut perspektif Islam, pembangunan ekonomi dimaksudkan untuk mencapai kesejahteraan melalui lima komponen utama tersebut. Oleh karena itu, agama memiliki hubungan dengan pembangunan ekonomi untuk kemajuan negara.
References
Bappeda (2017) Pembangunan Ekonomi. Kabupaten Buleleng: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Available at: http:www.bappeda.bulelengkab.go.id/informasi/detai/arikel/pembangunan/ekonomi-13
Berlianantiya, M. (2017) ‘Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Wilayah Kebojakan Pembangunan di Provinsi Jawa Timur’, Equilibrium, 5(2), pp. 163–171. doi: 10.25273/equilibrium.v5i2.1544.
Fitria, T. N. (2016) ‘Kontribusi Ekonomi Islam Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 2(3), pp. 29–40. doi: 10.29040/jiei.v2i03.3.
Hakim, A. R. (2019) ‘Agama dan Pembangunan Ekonomi’, pp. 1–9. doi: 10.13140/RG.2.2.32543.41121.
Hasan, M. and Azis, M. (2018) Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat: Strategi Pembangunan Manusia dalam Perspektif Ekonomi Lokal. Gowa, Sulawesi Selatan: CV.
Nur Lina & Pustaka Taman Ilmu.Jamaa, L. (2011) ‘Dimensi Ilahi dan Dimensi Insani dalam Maqashid al-Syari’ah’, Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 45(2), pp. 1253–1268. doi: 10.14421/asy-syir’ah.2011.%25x.
Jamal, R. (2016) ‘Maqashid Al-Syari’ah dan Relevansinya dalam Konteks Kekinian’, Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 8(1), pp. 1–12. Available at: https://journal.iain-manado.ac.id/index.php/JIS/article/view/34.
Jati, W. R. (2018) ‘Agama dan Spirit Ekonomi: Studi Etos Kerja dalam Komparasi Perbandingan Agama’, Alqalam, 35(2), pp. 211–240. doi: 10.32678/alqalam.v35i2.1066.
Makhlani, A. R. (2013) ‘Pembangunan Ekonomi dalam Tinjauan Maqashid Syari’ah’, Dialog: Jurnal Penelitian dan Kajian Keagamaan, 36(1), pp. 31–46. doi: 10.47655/dialog.v36i1.76.
Miles, M. B., Huberman, A. M. and Saldaña, J. (2014) Qualitative data analysis: a methods sourcebook. California: SAGE Publications, Inc.Mth, A. (2003) ‘Konsep Pembangunan Ekonomi Islam’, Al-Mawarid: Journal of Islamic Law, 10(1), pp. 128–151. Available at: https://www.neliti.com/publications/42590/konsep-pembangunan-ekonomi-islam.
Witjaksono, M. (2009) ‘Pembangunan Ekonomi dan Ekonomi Pembangunan Telaah Istilah dan Orientasi dalam Konteks Studi Pembangunan’, Jurnal Ekonomi Sosial Politik, 1(1), pp. 1–12. Available at: http://journal.um.ac.id/index.php/jesp/article/view/5120.









